Subscribe to my Newsletter

Pengaruh Dampak Kesehatan Bila Berada Di Planet Luar Angkasa

Salam sahabat Muhammad Ali Life, Dewasa ini menurut penelitian terbaru astronaut yang menghabiskan waktu lama diorbit tidak akan mengalami perubahan pada bagian utama sistem kekebalan tubuh mereka.

Temuan tersebut merupakan berita baik. Pasalnya, ini berarti manusia dapat terlindungi dari bakteri dan virus diluar angkasa.
 Selain itu temuan ini juga menunjukkan vaksinasi semestinya tetap efektif di antariksa, meskipun masih banyak variabel yang belum diketahui untuk di pertimbangkan.

Berada diluar angkasa dapat memberikan efek samping yang aneh dan kadang kadang  berbahaya pada tubuh manusia. Sebelum bisa mewujudkan hidup diluar bumi  seperti di Mars atau mungkin di tempat yang lebih jauh lagi, kita harus mengatasi masalah-masalah ini agar tetap sehat.

Sistem kekebalan tubuh di perlukan untuk tetap sehat dan melindungi tubuh dari infeksi. Oleh karena itu setiap perubahan dalam tubuh dapat memicu penyakit.

Perjalanan yang begitu jauh ditempuh melalui Orbit ruang angkasa dalam waktu yang tidak sebentar dikaitkan dengan peningkatan tingkat stress psikologis, paparan akut dan kronis terhadap radiasi ruang angkasa dan perubahan yang disebabkan oleh mikrogravitasi. Semuanya telah diketahui dapat merusak sistem kekebalan tubuh," kata Guillaume Spielmann dari Louisiana state university Amerika serikat.

Namun, efek dari perjalanan ruang angkasa pada kekebalan tubuh sel-B-bagian utama sistem kekebalan masih belum jelas.

Studi baru itu masih sangat bertentangan dengan teori yanga ada sebelumnya yang menyebutkan bahwa menghabiskan banyak waktu di antariksa dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.

" Ini adalah studi pertama yang secara komprehensif menunjukkan bahwa penerbangan ruang angkasa jangka panjang pada astronaut manusia memiliki efek terbatas pada frekuensi sel B dan produksi antibodi," jelas jhon Campbell, seorang peneliti di university of Bath, Inggris.

Sel B juga dikenal dengan limfosit B, merupakan jenis penting dari sel sel darah putih yang menghasilkan antibodi yang sangat dan berfungsi untuk melawan patogen berbahaya.

Untuk menyelidiki perubahan didalamnya sampel darah di kumpulkan dari para astronaut sebelum,selama, sesudah tinggal di stasiun luar angkasa internasional. Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa paparan mikrogravitasi berkepanjangan tidak mempengaruhi kekuatan kekebalan sel-B.

Para ilmuwan dibalik penelitian yang diterbitkan dalam journal of Applied Physiology  ini menganalisis sampel darah dari 23 astronaut yang menghabiskan setidaknya enam bulan di stasiun Luar angkasa Internasional.

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada perubahan pada tingkat kekebalan sel - B  yang merupakan sel darah putih yang menghasilkan antibodi dan melawan infeksi.

Sel darah putih seperti sel -B ini dapat merupakan adanya indikasi suatu penyakit. Memahami modifikasi didalamnya dapat membantu peneliti lebih memahami sebab penyakit dan strategi yang dapat digunakan untuk meredakannya.

Para peneliti telah banyak merekomendasikan bahwa penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan ini dapat memberikan wawasan baru untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kinerja astronaut selama misi jangka panjang di stasiun Luar angkasa Internasional.

Kini semakin banyak dilakukan oleh para penelitian mengenai hubungan tinggal di ruang angkasa jangka panjang terhadap kesehatan manusia.

Penelitian telah banyak menunjukkan bahwa tubuh manusia kehilangan kepadatan tulang di luar angkasa, sementara resiko kanker meningkat (akibat radiasi matahari), dan lebih banyak cairan kekepala ( salah satu efek gravitasi mikro).

Pergi ke Mars kurangi usia 2,5 Tahun

Satu lagi hasil penelitian terbaru adalah perjalanan pulang pergi ke mars akan mengekspos penjelajah antariksa ketingkat radiasi matahari yang sangat berbahaya. Di perkirakan memperpendek masa hidup mereka selama 2,5 Tahun.

Studi ini menyimpulkan bahwa manusia berpergian keorbit Mars dengan kecepatan tinggi menggunakan pesawat yang terlindungi oleh perisai radiasi 20 gram/cm persegi tanpa memandang usia mereka, berpeluang terkena agregat Radiasi 7,5 %. Radiasi itulah yang membuat harapan hidup mereka berkurang 2,5 Tahun.

Resiko agregat radiasi yang dapat terjadi sepanjang karir astronaut setelah penerbangan antar planet adalah 12%, lebih tinggi dari tingkat 10 % sepanjang karir asronaut yang hanya menjalani perjalanan di orbit.

Para ilmuwan Rusia yang terlibat penelitian menyarankan penggunaan kantong tidur dengan isolasi air dan konsumsi air mineral untuk mengurangi efek berbahaya dari radiasi matahari.

Langkah-langkah yang untuk dipertimbangkan adalah penggunaan kantong tidur yang memiliki gel air atau bubuk polietilena sebagai isolator. Air dan plastik memiliki unsur-unsur senyawa yang ringan didalamnya, seperti hidrogen yang melindungi terhadap neutron primer dan sekunder.

Penelitian lebih lanjut mengatakan, Pasokan air minum perlu memiliki komposisi mineral tertentu sebagai solusi, misalnya mengandung ion perak yang dapat membantu memperkuat  ion patagonik atas radiasi pengion (mengalami ionisasi). Konsumsi pengawet juga harus di hindari karena alasan yang sama.

Sumber : Google dan Buku 

Baca Juga :
 

0 Response to "Pengaruh Dampak Kesehatan Bila Berada Di Planet Luar Angkasa"

Post a Comment